Pages

Jumat, 11 Juli 2025

Pemerintah Donggala Luncurkan Aplikasi “Donggala Smart City”

 Dalam upaya digitalisasi pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Donggala meluncurkan aplikasi “Donggala Smart City” yang kini bisa diunduh lewat Play Store. Aplikasi ini memungkinkan warga mengurus dokumen, membuat aduan, hingga mengecek jadwal pelayanan keliling.

Kepala Dinas Kominfo Donggala menyatakan aplikasi ini akan terus dikembangkan agar bisa mencakup fitur pajak daerah, izin UMKM, dan data bantuan sosial. “Kami ingin warga merasakan kemudahan tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.

Peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Bupati Donggala serta tokoh masyarakat dan mahasiswa.

Komunitas Palu Street Sketcher Gambar Ulang Kota Pascagempa

 


Palu Street Sketcher adalah komunitas seniman jalanan yang rutin membuat sketsa bangunan, ruang publik, dan wajah-wajah masyarakat Kota Palu. Sejak gempa bumi dan tsunami 2018, komunitas ini aktif merekam perubahan wajah kota lewat coretan tangan.

Mereka biasa berkumpul setiap akhir pekan di kawasan Lapangan Vatulemo atau dekat Pantai Talise. Selain menggambar, mereka juga menggelar workshop sketsa gratis untuk anak-anak dan remaja.

"Melukis kota ini adalah cara kami berdamai dan membangun harapan baru," kata Ilham, salah satu pendirinya.

Kopi Kulawi, Primadona Baru dari Lembah Sigi



Kulawi, sebuah kecamatan di Kabupaten Sigi, mulai dikenal luas sebagai penghasil kopi arabika berkualitas tinggi. Datarannya yang berada di ketinggian 1.200 mdpl dan tanah vulkanik menjadikan kopi Kulawi memiliki rasa fruity, mild, dan aftertaste karamel yang unik.

Komunitas petani muda di Kulawi mulai menanam kopi secara organik sejak 2020. Mereka bekerja sama dengan koperasi lokal dan mendapat pelatihan langsung dari program binaan NGO internasional.

Kopi Kulawi kini telah dipasarkan di beberapa gerai kopi di Makassar, Yogyakarta, dan Bali. Bahkan, ada yang sudah masuk e-commerce nasional. Ini adalah bukti bahwa produk desa bisa bersaing di level nasional, bahkan internasional.

Mengenal Suku Kaili dan Filosofi Hidup "Nosimpala Nosimpalavo"

 


Suku Kaili merupakan suku mayoritas di Kota Palu dan sekitarnya. Mereka dikenal sebagai masyarakat agraris dan maritim yang memiliki sistem adat istiadat kuat. Salah satu nilai hidup yang dijunjung tinggi adalah "Nosimpala Nosimpalavo" — saling membantu tanpa pamrih.

Filosofi ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Ketika membangun rumah, misalnya, tetangga akan datang membantu tanpa diundang. Begitu pula saat panen, warga akan saling tukar hasil kebun dengan sukarela.

Bahasa Kaili sendiri terdiri dari beberapa dialek seperti Ledo, Tara, Rai, dan Unde. Tradisi lisan dan syair dalam bahasa ini masih dilestarikan melalui upacara adat, dongeng rakyat, dan musik tradisional seperti Gong dan Gimba.

Mengenal Kaledo, Sop Tulang Sapi Khas Palu yang Legendaris



Kaledo, singkatan dari “kaki lembu Donggala,” adalah sop tulang khas Sulawesi Tengah yang disajikan dengan kuah asam pedas. Hidangan ini biasanya terdiri dari tulang besar dengan sumsum gurih di bagian tengah, disajikan bersama singkong rebus sebagai pengganti nasi.

Rasanya kuat, khas, dan menggugah selera. Kuahnya yang beraroma khas diseduh dari rebusan tulang kaki sapi selama berjam-jam dengan tambahan cabai dan jeruk nipis sebagai penyeimbang rasa.

Di Palu, kamu bisa menikmati Kaledo terbaik di:

  • Warung Kaledo Stereo – Jl. Diponegoro

  • Kaledo Baru – Jl. Juanda

  • RM Kaledo Ulujadi – dekat Pantai Talise

Kuliner ini sering disajikan saat acara keluarga besar atau tamu penting datang. Kaledo bukan hanya makanan, tapi juga simbol keramahan masyarakat Sulteng.


Lembah Bada, Surga Tersembunyi di Kabupaten Poso

 


Lembah Bada terletak di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Kabupaten Poso. Kawasan ini dikenal karena situs megalitiknya yang unik dan hanya bisa ditemukan di wilayah ini. Puluhan patung batu berusia ratusan tahun tersebar di tengah hamparan sawah dan perbukitan hijau.

Untuk sampai ke Lembah Bada, wisatawan bisa mengambil rute Palu–Napoe–Gintu dengan perjalanan darat selama 8–10 jam. Meski akses belum sepenuhnya mulus, pengalaman visual yang ditawarkan sebanding dengan perjuangannya.

Selain situs megalitik, Lembah Bada juga menawarkan penginapan homestay sederhana milik warga setempat, serta jalur trekking yang dikelilingi burung endemik dan kupu-kupu eksotis. Kawasan ini sangat cocok bagi pencinta sejarah, budaya, dan petualangan alam.

Pemprov Sulteng Resmikan Jalan Penghubung Baru di Kabupaten Parigi Moutong



Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meresmikan jalan penghubung baru sepanjang 25 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Tinombo Selatan dengan Kecamatan Moutong di Kabupaten Parigi Moutong. Infrastruktur ini dibangun sebagai bagian dari program konektivitas daerah terpencil yang selama ini sulit diakses oleh kendaraan roda empat.

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, menyampaikan bahwa jalan ini akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari wilayah pesisir utara ke pusat kabupaten, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa. “Ini bukan hanya jalan, tapi jembatan ekonomi,” ujarnya dalam pidato peresmian, Rabu (10 Juli 2025).

Masyarakat menyambut baik infrastruktur baru ini. Salah satu petani kakao, Bapak Rahman, mengaku kini tidak perlu lagi berjalan kaki 3 jam ke pasar kecamatan. “Kami bisa bawa hasil panen lebih cepat. Ongkos transportasi juga turun setengah,” katanya.